Tidak Ada Orang yang Tak Tergantikan

 


Jangan memandang kejahatan orang lain sebagai sebuah kepastian bahwa ia bakal
masuk ke dalam Neraka. Dan jangan pula memandang kebaikan diri sendiri sebagai sebuah kepastian bahwa kita bakal masuk ke dalam Surga.

Karena sesungguhnya hati manusia itu sewaktu-waktu bisa berubah. Kadang baik
dan kadang pula menjadi tidak baik. Seseorang yang sekarang jahat belum tentu
selamanya dan saat akhir kematiannya akan tetap jahat. Demikian pula seseorang yang sekarang baik belum tentu selamanya dan saat akhir kematiannya tetap baik.

Surga dan Neraka hanya Allah yang menentukan. Kita hanya sebatas berusaha menjadi orang yang baik dengan mengerjakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Tidak ada orang yang tak tergantikan, tak ada benda yang wajib dimiliki. Ketika mengerti hal ini, kelak seandainya kita kehilangan semua yang berarti dan kita cintai, kita akan tetap akan memahami, ini semua bukanlah perkara besar.

Cinta kasih hanyalah sebuah perasaan, dan perasaan ini akan berubah mengikuti waktu dan keadaan. Jika seseorang yang begitu kita cintai meninggalkanmu, bersabarlah menunggu sebentar, biarkan waktu perlahan membersihkannya, biarkan perlahan mengendap, rasa pahitnya pun akan perlahan-lahan menjadi hambar. Janganlah berlebihan mengharapkan keindahan cinta, janganlah juga berlebihan larut dalam sedih patah hati.

Meskipun banyak orang sukses yang tidak mendapatkan terlalu banyak pendidikan, bukan berarti tidak giat belajar pun bisa berhasil. Pengetahuan yang kita dapatkan adalah senjata yang kita miliki. Kita boleh membangun semua dari nol, tapi tidak dengan tangan kosong.

Kita boleh menuntut diri kita untuk menjaga kepercayaan, tapi tidak dapat menuntut orang lain melakukan hal yang sama. kita boleh menuntut diri kita berbuat baik kepada orang lain, namun jangan mengharapkan orang lain baik terhadap kita.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, bukanlah berarti mereka akan memperlakukan kita sama. Jika kita tidak memahami ini, hanya akan menambah beban yang tak perlu dalam hidup kita.

Semoga kita akan senantiasa mendapatkan rahmat serta hidayah-nya Nya sehingga kita bakal ditempatkan mulia di sisi-Nya menjadi salah satu yang terbaik.

Oleh :

Setiadi Abdurrahman
Misfallah, 29 Shafar 1437 H

Tidak ada komentar:
Write komentar