Inilah Istri yang Diinginkan Setiap Suami

 

Dunia diciptakan Allah dengan segala keindahan di dalamnya hanyalah untuk manusia. Mulai dari keindahan dasar laut dengan aneka ragam ikan dan terumbu karang, keindahan kebun dengan pepohonan dan warna-warni bunganya dan keindahan langit ketika dihiasi warna pelangi yang indah. Namun tahukan ada yang lebih indah dari dunia dan seisinya ?

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salihah”. (HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma). Ternyata yang lebih indah dari dunia dan isinya adalah istri yang solihah. Mendengar kabar gembira ini pastilah setiap wanita ingin menjadi istri yang solehah. Lalu apa kriteria istri shalehah ?

Rasulullah shalallahu alaihiwasallam bersabda,“Istri yang salihah, adalah yang jika dilihat suaminya maka akan menyenangkan, jika diperintah akan menurut dan jika ditinggal akan menjaganya”. (HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh al-Hakim. Sedangkan al-Albany menilainya lemah). Inilah kriteria istri solehah yang dijelaskan Rasulullah shalallahu alaihiwasallam.

Sebenarnya sangat simple dan mudah untuk menjadi istri solehah. Intinya cukup patuh kepada suami. Coba perhatikan dari tiga pokok hadist diatas. Wanita solehah adalah wanita yang jika dilihat suaminya maka akan menyenangkan. Hal ini sangat mudah dilakukan oleh wanita, karena jika ingin menyenangkan hati seorang suami ketika dia melihat istrinya. Cukuplah dengan patuh atas apa yang dikatakannya dan berpenampilan indah ketika bersamanya. Begitujuga dengan dua kriteria setelahnya. Dimana wanita solehah akan menurut jika diperintah dan akan menjaga dirinya ketika di tinggal oleh suaminya. Allah subhanahu wataala berfirman, ".... maka wanita-wanita yang shalihah itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya..." (QS. An-Nisaa' : 34).

Jika ingin menyenangkan hati suami sebenarnya tidaklah susah. Cukup dengan selalu ada ketika suami membutuhkannya. Ketika suami ingin makan, maka istri ada disampingya menyiapkan piring untuk suaminya, mengambilkan nasi untuk suaminya dan menyiapkan air minum untuknya. Setelah itu menemani suaminya makan dengan sedikit perbincangan-perbincangan kecil agar terasa hangat. Lalu ketika suami sakit, maka istri selalu ada bersamanya menyiapkan kebutuhan suami. Percayalah suami akan cepat sembuh jika selalu ditemani istrinya. Karena suami mana yang tidak bahagia hatinya ketika sang istri ada bersamanya dikala sakit. Itulah yang menjadikan suami ridha kepada istri. Saat-saat seperti itulah dimana suami sangat membutuhkan istri.

Ketahuilah bahwasannya seorang suami tidak membutuhkan seorang istri yang ahli memasak tetapi setiap waktu makan suaminya makan sendiri tanpa ditemani sang istri. Masakah seenak apa pun akan terasa hambar jika tidak ditemani istri. Begitujuga seorang suami tidak membutuhkan istri seorang dokter spesialis kesehatan, jika ketika suaminya sakit hanya terbaring sendiri di kamar tidur. Tidak ada yang melayani kecuali suster dan pembantu. Yang diharapkan suami hanyalah kehadiran istri di sisinya. Seorang istri yang menemaninya dan mengisi ruang hatinya yang sangat membutuhkan pendamping.

Suami juga tidak butuh istri yang mempunyai segalanya jika setiap hari hanya menghina dan berlaku sombong kepada suaminya. Ketahuilah bahwasannya bagaimanapun keadaan ekonomi suami, ia tetap mempunyai kedudukan lebih tinggi diatas istri. Allah subhanahu wataala berfirman, "Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada isterinya." [Al-Baqarah: 228]. Begitujuga Rasulullah shalallahu alaihiwasallam bersabda, “Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

Diriwayatkan dari al-Husain bin Mihshan, bahwa bibinya pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam karena satu keperluan. Saat sudah selesai, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepadanya, "apakah kamu punya suami?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bertanya lagi, "Bagaimana sikapmu terhadapnya?" Ia menjawab, "Aku tidak kurangi hak-nya kecuali apa yang aku tidak mampu."Beliau bersabda, "Perhatikan sikapmu terhadapnya, karena ia surga dan nerakamu." (HR. Ahmad dan Al-Hakim, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al;Targhib wa al-Tarhib, no. 1933)

Yang dibutuhkan suami dalam rumah tangga adalah seorang istri yang mengabdi kepada suaminya. Seorang suami tidak butuh istri yang kaya raya jika setiap hari tidak ada di rumah karena sibuk mengurusi bisnisnya. Lalu apa bedanya dengan tidak punya istri jika setiap hari istri tidak ada di rumah ? apa bedanya dengan tidak punya istri jika suami di rumah sendiri tidak ada yang melayani ?

Ibnu Majah meriwayatkan hadits yang dari Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata: Saat Mu'adz tiba dari Syam, ia bersujud kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau berkata: "Apa ini wahai Mu'adz?" Mu'adz menjawab, "Aku telah datang ke Syam, aku temui mereka bersujud kepada para pemimpin dan penguasa mereka. Lalu aku berniat dalam hatiku melakukan itu kepada engkau." Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Jangan lakukan itu, kalau saja aku (boleh) memerintahkan seseorang bersujud kepada selain Allah, pastilah aku perintahkan wanita bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidaklah seorang istri disebut telah menunaikan hak Rabb-nya sehingga ia menunaikan hak suaminya. Kalau saja suami memintanya untuk melayaninya sementara ia berada di atas pelana unta, maka hal itu tidak boleh menghalanginya." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah)

hadits tersebut memerintahkan kepada para istri untuk mentaati dan siap melayani suaminya. Tidak boleh ia menolak ajakan suami walau ia sudah siap melakukan perjalanan, yakni sudah berada di atas pelana untanya, maka hal ini lebih ditekankan saat ia berada dalam keadaan selain itu.

oleh karena itu wahai para istri yang telah mempunyai suami. Mulailah untuk berintrospeksi diri. Kembalilah kepada tugas utama seorang istri yaitu mengabdi kepada suami. Percuma seorang istri berbuat baik untuk orang lain sehingga melalaikan suami lantas suaminya tidak ridha kepadanya. Karena ridha suami dapat mengantarkan istri ke dalam surga. Dari Ummu Salamah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Setiap istri yang meninggal dunia dan suaminya meridlainya, ia pasti masuk surga.” (HR Tirmidzi).

Allahu A'lam

Oleh :

Setiadi Abdurrahman

Tidak ada komentar:
Write komentar