Hukum Memberikan Zakat Untuk Beasiswa Pelajar

 

Allah telah menetapkan siapa saja yang berhak menerima zakat. Di surat at-Taubah, Allah berfirman,

“Sesungguhnya zaka itu hanyalah diberikan untuk orang fakir, orang miskin, amil zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. (QS. at-Taubah: 60)

Diantara yang berhak menerima zakat adalah fakir miskin. Dan sebagian ulama mengatakan, dana zakat tidak harus diberikan untuk menutupi kebutuhan konsumsi mereka saja, tapi termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan mereka yang lainnya. Diantaranya kebutuhan pendidikan, untuk memberikan bekal agar dia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sekalipun ilmu yang dipelajari adalah ilmu dunia.

Al-Mardawi mengatakan,

Syaikh Taqiyuddin berpendapat bahwa boleh menngambil dana zakat untuk membeli kitab-kitab yang perlu untuk dipelajari, seperti kitab-kitab tentang ilmu yang harus dikaji untuk kemaslahatan agama dan dunia.

Al-Mardawi mengatakan, “Inilah yang benar.” (al-Inshaf, 3/155).

Dalam fatwa Islam juga disimpulkan yang semisal,

Boleh menggunakan dana zakat untuk pelajar ilmu dunia, yang tidak memiliki dana untuk kuliah, selama ilmu yang dipelajarinya adalah ilmu yang mubah, dan dia butuhkan, sehingga dia bisa bekerja atau mendapat lowongan pekerjaan. Karena saat ini, ijazah menjadi kebutuhan paling mendesak. Telah menjadi syarat untuk bekerja atau mendapat lowongan kerja. (Fatwa Islam, no. 95418)

Kesimpulannya boleh memberikan zakat untuk beasiswa pelajar

Allahu a’lam.

Oleh :

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar