Sudah Seperempat Abad

 

Sudah seperempat abad tubuh ini membuat dosa. Entah sebesar apa dosa yang telah aku kumpulkan. Seandainya aku disuruh memikul dosa-dosaku selama ini, mungkin aku sudah mati tertimbun dosa-dosaku.
Ya Allah jadikanlah hamba-Mu ini takut melihat dosa yang telah diperbuat dan jangan jadikan hamba tidak takut akan dosa sendiri bahkan mengaggap dosa itu seperti lalat yang menempel dihidung.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya seperti ia duduk di pangkal gunung, ia khawatir gunung itu akan menimpanya, sedangkan orang fajir (selalu berbuat dosa) melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menempel di batang hidungnya, kemudian ia mengusirnya seperti ini lalu terbang." Abu Syihab mengisyaratkan dengan tangannya di atas hidungnya. (HR. Bukhari)
Mata ini telah bertambah menjadi empat. Mungkin selama ini mataku menjadi salah satu pintu dosa. Terakhir cek up mata sebelah kiri mins limalawe dan sebelah kanan mins tigalawe. Padahal setahun yang lalu mata kiri mins satu dan mata kanan mins setengahnya. Ternyata dalam waktu satu tahun setiap mata ini melemah seperempat. Entah karena lelah melihat yang Allah haramkan atau kurang obat kuat yang menjaga stamina penglihatan. Namun apapun yang terjadi dengan mataku selalu kutunggu hikmah yang bersembunyi di dalamnya.
Begitu cepat tanda perpisahan dengan dunia hinggap ditubuhku. Entah berapa tahun lagi hidung ini menikmati udara bumi. Entah berapa kali lagi mata ini melihat indahnya mentari pagi. Manusia terbaik di dunia ini hanya 63 tahun menikmati udara bumi dan melihat indahnya mentari pagi. Padahal usia umatnya tidak akan jauh dari usia Nabinya. Berarti kurang lebih 38 tahun lagi hidung ini menjadi tempat lalu lalang oksigen dan karbon dioksida.
Ya Allah, bekal apa yang telah kusiapkan untuk bertemu dengan-Mu. Amalan apa yang telah kuperbuat untuk menutupi kesalahaku. Namun kuyakin ampunan dan rahmat-Mu lebih luas dari dosa-dosaku. Sehingga Engkau merasa gembira jika hamba bertaubat memohon ampun kepada-Mu.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Allah merasa gembira karena taubatnya seorang hamba melebihi kegembiraan seseorang yang tengah singgah di suatu tempat yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya, perbekalan makanan dan minuman berada bersama tunggangannya, kemudian ia meletakkan kepalanya lalu tertidur. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya, hingga ketika ia merasa sangat panas dan haus, atau seperti yang dikehendaki Allah, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja ke tempat tidurku semula.' Kemudian ia kembali dan tertidur. Ketika ia mengangkat kepalanya, ternyata hewan tunggangannya telah berada di sisinya.' (HR. Bukhari)
Ya Allah, merupakan keadilan-Mu menghisab amalanku selama di dunia. Karena rahmat-Mu semua amalanku dibalas dengan kenikmatan yang dirindukan atau adzab yang menyakitkan. Hamba takut dengan adzab-Mu namun hamba tidak mampu menjalankan perintah dan larangan-Mu. Maka bimbinglah hamba untuk menjalankan perintah-Mu dan berikanlah hamba kekuatan untuk menjauhi larangan-Mu.
Oleh :
Setiadi A.S. MH

Tidak ada komentar:
Write komentar