Mengapa Kita Harus Cinta Kepada Para Mujahid ?

 

Saat ini, banyak sekali kaum Muslimin yang semakin jauh dari Islam. Muslim namum alergi dengan kata jihad dan mujahid. Karena menganggukkan kepala dengan definisi standar ganda yg ditetapkan orang kafir, bahwa jihad dan mujahidin adalah segala tentang terorisme.

Andaikan kalian tahu. Bahwa di dalam tidur lelap kalian, tawa riang kalian bersama anak dan istri atau suami. Di sana terdapat Mujahid yang sedang berjaga dalam terik dan bekunya salju. Mereka berjaga untuk melindungi darah dan kehormatan kaum Muslimin. Mereka berjaga dengan darah dan peluh, demi pulasnya tidur kalian.

Bahkan bukan saja untuk kaum Muslimin yang berada di daerah medan perang seperti Palestina, Afghanistan, Suriah, dll. Namun untuk seluruh Muslimin di dunia ini.

Bayangkan jika Palestina, Suriah, Afghanistan dll kalah dan dikuasai Israel Yahudi, Amerika, juga Rusia dan semua negeri kafir. Niscaya mereka tak akan berhenti menguasai negara itu. Namun mereka juga akan merambat mencoba mengangkangi negeri kalian, yang saat ini aman sentausa.

Namun dengan adanya Mujahidin yang bertempur di front terdepan tadi, musuh Islam terfokus menyerang di sana. Sehingga untuk sementara wilayah kita aman. Maka dari itulah, cintailah para mujahid. Doakan mereka.

Mereka pergi jauh meninggalkan keluarga bukan karena tidak bertanggung jawab. Justru itulah tanggung jawab besar yang mereka lakukan. Berjihad memenuhi seruan Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan adalah sebaik-baik keluarga. Karena mereka keluarga yang taat dan tawakkalnya tinggi pada Allah, mereka tak menggantungkan hidup pada ayah/suami mereka. Tapi mereka yakin bahwa ada Allah yang Maha kaya yang akan menghidupi mereka.

Wahai kaum Muslimin. Jangan sekalipun  kalian membenci para mujahidin, meremehkan mereka, mencela mereka. Sesungguhnya para Mujahid itu, apabila syahid terbunuh musuh, diberi aneka kemuliaan oleh Allah. Salah satunya dapat memberi syafaat pada 70 anggota keluarga/kerabatnya.

Para Mujahid itu dicintai Allah, rosulNya, beserta seluruh malaikat-malaikat.

Sekali-kali tumpukan amalan kalian, tak akan mampu menandingi apa yang mereka lakukan.

Jika kalian hanya menangis saat beribadah, ketahuilah para Mujahid itu tak hanya menangis, tapi bercucuran darah.

Sungguh, barangsiapa yang mati dan tiada sedikitpun pernah bercita-cita untuk berjihad, maka ia mati dalam cabang kemunafikan. Demikian sabda Rosulullah yang mulia.

Mari, kita terus berdoa, dan jangan kikir membantu perjuangan mujahid untuk membela kaum Muslimin melalui lembaga-lembaga yang ada.

Oleh :

Abu Rimaa al Kartani

Tidak ada komentar:
Write komentar