“Like”-mu Berbisa

 

Menu “Like” di media sosial tanpa sadar menjadi penghantar pada dosa. Bisa jadi kita adalah wanita yang menjaga diri dengan tidak memamerkan foto di jagad maya. Bisa jadi kita adalah wanita yang taat perintah menutup aurat. Bisa jadi kita adalah wanita yang menyayangi sahabatnya, kawannya, keluarganya, karena Allaah. Tapi, semua itu sirna, lenyap, tatkala satu sentuhan mendarat mulus pada gambar jempol, gambar hati.

Satu sumbangan “Like” kita membuat mereka yang belum tutup aurat dan dengan pongahnya mengunggah foto diri menjadi lebih termotivasi. Satu iseng “Like” kita menjadi pendongkrak semangat mereka yang narsis dengam foto hijab dan tabarujnya. Satu “Like” atas nama “Like for Like” kita menjadi gerbang dosa untuk hal yang kita sendiri tidak melakukannya.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allaah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
(Surat Al-Maidah ayat 2)

Rasullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahal seperti pahala yang mengikutinya tanpa sama sekali mengurangi pahala orang yang mengerjakannya dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sama sekali dosa yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim)

Jika lihat kemungkaran, maka cegahlah bukan menyentuh “Like”. Jangan sampai kita menjadi orang yang paling lemah imannya.

“Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia ubah dengan tangannya, jika belum mampu maka dengan lisannya, jika belum mampu juga maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim, Ahmad dan Ashabussunnan. Lihat Shahiihul jaami’ no. 7250)

Ajaklah dia kepada kebenaran, kenalkan ia pada ilmu, jangan buai ia dengan “Like”. Balasan mulia menantimu, tidakkah kau tergerak ?

“Orang yang menunjukkan suatu kebaikan balasannya seperti orang yang mengerjakannya.”
(Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaami’ no. 1605)

Oleh :

Manda

Tidak ada komentar:
Write komentar