Kuharap Bahagiamu Bukan Denganku

 

Ketika cinta datang menyapa semestinya aku merasakannya. Dan ketika hasrat tumbuh di dada tak ada kata terucap melainkan sayang. Namun seiring berjalannya waktu mulai kusadari bahwa tak semestinya aku berkasih. Karena hati ini tak dapat berbagi dengan yang lain.

Di senja yang membawamu pergi, aku pernah menitipkan doa pada angin, agar kau tak pernah tahu jalan pulang. Genggamlah dia yang kau anggap pemenang. Biar kubasuh luka agar tak kau buat berulang. Bagiku pilihanmu adalah hal terberat. Meski aku tidak bisa melarang apa pun. Dia yang kau puja memang sudah sebaiknya kau jaga. Biarlah aku yang memilih melupa, menghapusmu bersama luka-luka.

Pada saat itu kau adalah orang yang kucintai sepenuh hati. Namun pada sesuatu yang bernama pergi kau menyerahkan takdirku. Kau lupakan, kau lukakan aku. Hingga aku harus menyadari kau tak sepenuhnya pantas dicintai. Barangkali kau memang bukan takdir yang kucari.

Ada saatnya kau harus tahu. Bukan denganmu saja hidup bisa bahagia. Kelak akan ada angin-angin mesra yang memelukku dengan tubuh lain. Yang membuatku lupa, kau pernah kucintai sedalam ini. Percayalah, lukamu tak sepedih itu. Percayalah masih ada pelukan yang melupakan kesakitan yang kau derakan. Karena Tuhan tak pernah sia-sia dalam menciptakan rasa pada dada manusia.

Kita pernah sama-sama ingin berpetualang dalam rindu. Namun kehilangan merebutmu dariku. Dalam sisa-sisa sendu. Aku menaruh harap. Bukan untuk memintamu kembali. Tak lain agar kau tidak mengingatkan luka. Karena sungguh, aku pun ingin mencintai manusia lain. Melebihi cinta yang pernah kuberi kepadamu. Agar apa yang pernah kau buat luka segera dapat kubuat lupa.

Mungkin kau anggap kesalahanmu sesuatu yang biasa. Namun untukku sangatlah menyesakan dada. Jika kau tak bisa mengembalikan cangkir yang pecah, maka kau pun tak bisa mengobati luka di hati ini. Walaupun serpihan cangkir telah kau kumpulkan namun guratannya tak mungkin bisa kau hilangkan. Begitu juga hati jika sudah tergores luka. Tak mungkin kembali dengan sempurna.

Bintang malam ini bukanlah bintang malam kemarin. Dan bintang esok malam bukan bintang yang bersinar saat ini. Keyakinanku akan datang hati baru mengobati luka lama semakin dekat seiring berakhirnya malam ini. Cahaya mentari esok akan menyongsong hati baru yang lebih indah.

Cukuplah paras cantik dapat menyembuyikan kebohongan. Lekaslah sirna kilaunya dunia dengan harta. Sebagus apa pun tempat air maka ia akan menuangkan sesuai isinya. Gelas berisi susu lebih dicari daripada gelas berisi racun. Walaupun sama-sama gelas dan terbuat dari bahan yang sama. Kuharap bahagiamu bukan denganku.

Tidak ada komentar:
Write komentar