Kesalahan Anak Adam

 

Setiap anak adam pasti melakukan salah dan sebaik-baiknya yang melakukan salah adalah bertaubat.
Ungkapan diatas selalu terukir dalam benakku. Entah mengapa setiap melakukan kesalahan selalu ungkapan itu yang terbesit di hati ini. Sehingga otomatis lidah ini basah mengucapkan istigfar. Begitu juga ketika melihat orang lain berbuat kesalahan. Ungkapan ini selalu muncul dan langsung memaklumi orang tersebut.

Manusia terbaik dimuka bumi ini telah mengucapkan ungkapan tersebut 14 abad yang lalu. Entah dari sanad mana ungkapan itu sampai kepadaku. Semoga Allah memberikan pahala kepada yang mengajarkan ungkapan ini.

Setiap anak adam pasti melakukan kesalahan sehingga menimbulkan efek dosa. Tapi bukan hanya dosa saja yang ditimbulkan dari efek kesalahan tersebut. Selain perhitungan adzab yang akan Allah berikan di akhirat, efek kesalahan juga dapat menjadikan hati mejadi hitam dan keras. Jika hati menjadi keras dan hitam maka kepekaannya terhadap halal dan haram telah hilang. Dia tidak lagi bisa membedakan mana benar dan mana salah. Kebenaran hanya sesuai dengan nafsunya dan kesalahan hanya yang bertentangan dengan nafsunya.

Konsekwensi dari dosa sendiri dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Tidak sedikit kita melihat orang tua renta yang dirundu kesusahan dan hidupnya sengsara menyedihkan. Namun banyak juga orang tua renta yang segar bugar walau umurnya sudah berkepala tujuh. Perbedaan tersebut dikarenakan perbuatannya ketika masih muda. Allah menjaga hamba-Nya yang menjaga perintah-Nya dan Allah juga akan menghinakan hamba-Nya yang meremehkan perinyah-Nya. Allah musta'an.
Ketahuilah bahwa kesalehan seseorang dapat menjaga dirinya dan keturunannya. Ingatlah ketika surat Al Kahfi menggambarkan Nabi Khidir membetulkan bangunan yang runtuh karena kesalehan orang tuanya. Sehingga anak keturunannya dapat mengambil harta yang ada dibawah bangunan tersebut.

Satu bulan yang lalu saya bertemu seorang kakek yang umurnya lebih dari kepala tujuh. Tetapi dia terlihat seperti umur kepala lima. Ketika saya tanyakan apa yang membuat dirinya sehat seperti sekarang. Dengan santai dia mengatakan setiap sepertiga malam dia bangun tahajud, lalu meneruskannya dengan membaca quran sampai subuh dan shalat subuh berjamaah. Dia juga tidak ketinggalan shalat duha. Setiap shalat fardu di masjid dan menghatamkan quran setiap bulan.
Ya Allah. Sungguh indah manusia yang hidup bercengkrama dengan-Mu. Selalu membaca kalam-Mu. Dan selalu menemui-Mu disaat Engkau memanggil. Betapa tenangnya pemilik hati yang selalu berada dalam bimbingan-Mu. Cahaya wajahnya terpancar karena bilasan air wudhu. Berapa banyak jejak kakinya yang menjadi saksi atas perjalanannya menuju masjid. Sungguh hatiku tersentak mendengar cerita kakek tersebut.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Tak kuasa air mata ini mengalir jika membaca ayat diatas. Surat Al Baqoroh ayat terkhir ini sangat menyayat hati yang bergelimang dosa. Fitrah ini menjerit mengadu kepada Rab nya atas kelakuan hamba-Nya. Hati kecil yang selalu menunjukan kejalan yang lurus telah lelah mengingatkan manusia. Namun keyakinan bahwa rahmat Allah sangat luas menjadikan putus asa hilang dari harapannya.

Entah mengapa selepas shalat magrib terasa sedih. Ketika keluar dari masjid usai tasmi kepada syaikh ibrahim, tiba-tiba teringat dosa masa lalu. Hati bergetar dan mata pun hendak berkaca-kaca. Terlintas banyak maksiat yang telah dilewati dengan perasaan tak berdosa. Ingin rasanya hujan turun lebat agar orang lain tidak tahu jika aku sedang menangis. Atau matahari terang benderang ditengah siang agar orang lain menyangka mataku berkeringat padahal sedang menangis.

Ya Allah ampunilah dosa hamba-Mu ini. Janganlah Kau adzab hamba dengan penyakit atau musibah untuk membersihkan dosa hamba. Tapi bimbinglah hamba untuk mengerjakan kebaikan dan bertobat kepada-Mu hingga hilang dosa hamba. Sungguh tiada daya dan kekuatan untuk menjalani hidup ini kecuali dengan hidayah-Mu. Tutuplah usia hamba dengan husnul khatimah.

Makkah, 12 Muharram 1436 H

Tidak ada komentar:
Write komentar