Cara Ampuh Mendapatkan Istri Shalihah

 

Jangan berharap istri bidadari jika belum bersifat malaikat dan jangan mengharap istri seperti Fatimah Azzahra radiyallahu anha jika belum seperti Ali bin abi thalib radiyallahu anhu. Istri shalihah itu ada di dunia. Bukan hanya cerita para ulama atau dongeng agar para pemuda berhati-hati memilih calon istri. 

Istri shalihah itu ada dan bisa di dapatkan dengan kesabaran dan meminta kepada Allah subahanahu wataala.

Namun terkadang lelaki hanya terpana dengan kecantikan wanita sehingga langsung memilihnya menjadi istri. Lihatlah berapa banyak lelaki yang datang kepada wanita cantik untuk meminangnya. Namun tidak banyak para pelamar yang datang kepada wanita yang kurang cantik. Ini menunjukan bahwa fitrah manusia menyukai keindahan. 

Tapi jangan sampai karena keindahan menjerumuskan pada kebinasaan. Lalu bagaimana mengetahui wanita cantik nan shalihah ?

Salah satu cara mengetahui wanita shalihah adalah dengan bertanya kepada orang berilmu dan anamah yang mengenalnya. Karena orang berilmu dan amanah dapat membedakan antara wanita shalihah dan wanita tidak baik. Ketahuilah bahwasanya seseorang itu akan bergaul dengan orang yang sesuai kepribadiannya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka lihatlah siapa yang kalian jadikan teman dekat.” [HR. Ahmad (2/334) dan Al-Hakim (4/188, no. 7319)]

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Perumpamaan teman duduk yang baik dan yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi, sesungguhnya penjual minyak wangi bisa jadi dia memberikannya kepadamu, ataukah engkau membelinya, ataukah engkau mendapati darinya harum wanginya. Adapun pandai besi, bisa jadi membakar pakaianmu ataukah engkau dapati darinya bau yang jelek.” [HR. Al-Bukhari (5534) dan Muslim (2628)]

Selanjutnya tanyalah tentang dia kepada keluarganya. Tanyalah kepada kakak laki-lakinya atau adik laki-lakinya. Sehingga jelas kepribadian wanita tersebut. Ketahuilah bahwasannya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Maka seorang wanita tidak akan beda dengan keturunannya. Anak keturunan orang alim akan terpandang oleh masyarakat.

 Sehingga akan ada norma kehidupan yang mencegahnya untuk berbuat fasik. Dia akan berfikir dua kali jika melakukan keburukan karena hal itu akan mencoreng nama baik keluarganya. Maka tidak heran Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjadikan keturunan wanita sebagai pertimbangan dalam memilih calon istri.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Wanita (biasanya) dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka utamakanlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.”  [HR. Al-Bukhari (5090) dan Muslim (1466)]

Selain memandang keturunannya, kita juga harus melihat hartanya, kecantikannya dan agamanya. Memang tidak mudah mendapatkan istri shalihah. Sebagaimana sulitnya mendapatkan perhiasan paling baik di dunia. Banyak saingan dan butuh pengorbanan. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” [HR. Al-Bukhari (1467)]

Namun ada satu perkara yang bisa menentukan wanita itu shalihah atau tidak. Perkara itu adalah agama. Carilah wanita yang baik agamanya maka kau akan beruntung. 

Wanita yang menjaga shalatnya akan menjaga amanah suaminya. Wanita yang menjalankan perintah Allah subahanahu wataala akan menjalankan perintah suaminya. Wanita yang menjauhi larangan Allah subahanahu wataala akan menjauhi larangan suaminya. Peganglah satu perkara ini maka kau akan mendapatkan wanita shalihah.

Makkah, 18 Muharram 1437 H

Tidak ada komentar:
Write komentar