Advertisement

Momen Berharga Menjelang Meninggalnya Ibunda Ustadz Abdul Somad


Kabar duka, Ibunda Ustadz Abdul Somad meninggal dunia. Sang Ibunda Ustadz Abdul Somad, Hj Rohana, mengembuskan nafas terakhir pada Senin (18/3/2019) pagi.

Menurut Ustadz Abdul Somad, ibunya tidak mengalami sakit berkepanjangan dan kepergiannya pun terbilang singkat.

Ia juga menambahkan, sang ibunda sempat sahur untuk menjalankan ibadah puasa sunnah. Kemudian almarhumah pergi mandi dan mengeluh kepalanya terasa sakit. Rupanya rasa sakit itu adalah pertanda bahwa ia akan menghadap Sang Khalik.

Namun, kata Ustadz Abdul Somad, hal itu justru yang diinginkan almarhumah. Yakni meninggal dalam keadaan suci dan tengah menjalankan ibadah puasa.

Sontak, kabar duka meninggalnya ibu dari penceramah populer ini mengundang bela sungkawa dari banyak publik figur. Termasuk beberapa mengenang sisi sederhana almarhumah semasa hidup.

Selama ini, Ibunda Ustadz Abdul Somad memang jarang muncul ke publik, meski sang putra sudah menjadi tokoh syiar Islam.

Sebelumnya, Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya pernah menuturkan bagaimana sang ibu berjuang agar putranya bisa bersekolah di Univeristas Al Azhar, Mesir.

Menurut Ustadz Abdul Somad, ibunya bukanlah golongan orang kaya di kampung. Namun, sang ibu selalu berusaha mencukupi kebutuhan anak-anaknya, termasuk urusan pendidikan.

Inilah yang kemudian diteladani dai kondang kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini.

"Kami memang tak pernah menggantungkan diri kepada orang tua," buka Ustadz Abdul Somad di depan para jemaah. Lalu makan dari mana? Dari beasiswa. Tak pernah minta. Saya kuliah (di Mesir) tak pernah sepeserpun minta uang orang tua (untuk biaya hidup). Bukan karena orang tua saya susah," ujar Ustadz Abdul Somad.

Ia pun membeberkan pengalamannya semasa krisis moneter.

"Waktu krisis moneter, dollar Rp 20 ribu, bisa saya berangkat (ke Mesir). Ongkos ditanggung orang tua, berangkat."

"Waktu pulang ditanggung Al Azhar, pernah begitu. Tapi untuk minta duit tak pernah," katanya
Menurut Ustadz Abdul Somad, saking dirinya tak pernah meminta uang kepada orang tua, sang ibu sempat curiga.

Sang ibu curiga kalau anaknya berutang untuk menyambung hidup di negeri orang.

"Emak saya tanya: 'berapa utang kau di Kairo?'. Tak ada mak."

"Berangkat ke Mesir, kuliah sambil kerja," ucap Abdul Somad.

"Bagi nasi kotak. Ini ringan kerjaannya," tandas Ustadz Abdul Somad.

Menurutnya, kerja membagikan nasi kotak ini bisa membantu hidupnya selama di Mesir.

Terlebih upahnya pun cukup lumayan untuk mahasiswa seperti dirinya.

"Sehari berapa? Rp 150 ribu sehari, kali 30 hari Rp 7,5 juta," kata Ustadz.

"Rp 7,5 juta waktu itu banyak. Apa kerjanya? Bagi nasi kotak, ha cincai-lah," canda pria lulusan S2 Dar El Hadith El Hassania ini.

Namun, ternyata Ustadz Abdul Somad pernah mendapatkan pengalaman yang tak bisa dia lupakan.
"Bagi nasi kotak apa susahnya? Eh, begitu sampai di airport, rupanya 10 hotel," katanya yang kemudian mengundang tawa.

"Empat ribu orang (dibagikan nasi), Masya Allah," kata Abdul Somad mengenang perjuangan beratnya semasa kuliah.

Begitu pula dengan sifat sederhana yang dimiliki sang ibu, kini dicontoh oleh Ustadz Abdul Somad. Ustadz Abdul Somad pernah membeberkan harga baju koko yang dia pakai.

"Ada orang-orang begitu duduk dekat saya, diginikan bajunya (Ustadz Abdul Somad mempraktikkan gaya orang membersihkan baju dengan jari). Takut dia abu rokok bikin berlubang bajunya. 'Ini Rp 2 juta pak Ustadz'," kata Ustadz Abdul Somad menirukan seseorang.

"Entah siapa yang bertanya. Rp 2 juta kata dia baju kokonya," tambah Ustadz Abdul Somad.
Ia pun membeberkan pengalamannya berbelanja baju koko.

"Baju Rp 2 juta, di lantai bawah (mall) saya tengok diskon 200 persen. Rp 100 ribu. Naik saya ke atas harga baju Rp 500 ribu. Makin naik ke atas Rp 700 ribu," kata Ustadz Abdul Somad.

Ia pun memutuskan untuk kembali ke lantai bawah.

Dan akhirnya membeli baju koko seharga Rp 100 ribu dua buah.

"Dek, dek, berapa ini? 'Rp 100 ribu pak'. Rp 100 ribu? Saya beli dua biji," ucapnya.

Ustadz Abdul Somad pun mengatakan tidak penting membeli baju mahal-mahal, sebab yang terpenting adalah fungsi baju tersebut.

"Untuk apa beli baju mahal-mahal? Rp 100 ribu, pakai. Masuk TV One," ujarnya yang kemudian disambut gelak tawa dan tepuk tangan para jemaah.


Apa yang Dimaksud dengan Infrastuktur Langit ?


Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengatakan, pihaknya sudah memiliki sejumlah strategi dalam mengatasi persoalan tenaga kerja.

"Kita patut bersyukur bahwa tingkat pengangguran sudah sangat rendah. Kita juga mendorong tenaga kerja kita mampu menguasai teknologi, terutama berbasis digital," kata Ma'ruf Amin di arena debat cawapres, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

"Kita juga sudah membangun infrastruktur darat, laut, dan udara, serta infrastruktur langit. Infrastruktur langit ini melalui Palapa Ring. Kemudian infrastruktur digital," sambungnya.


Maksud Ma'ruf adalah pemerintah saat ini sedang menyelesaikan pembangunan komunikasi via satelit, proyek Palapa Ring yang digarap pemerintah selama empat tahun terakhir.

Palapa Ring adalah proyek infrastruktur di bidang telekomunikasi berupa pembangunan jaringan atau kabel serat optik di bawah laut dan daratan di seluruh wilayah Nusantara. Total panjang kabel bawah laut mencapai 35.280 km dan kabel di daratannya memanjang hingga 21.807 km.

Palapa Ring ini diharapkan mampu membuka akses internet di daerah-daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T) yang selama ini belum tersentuh akses internet. Hampir sebagian besar daerah 3T belum tersentuh akses internet sehingga membuat daerah tersebut mengalami ketertinggalan.

Proyek Palapa Ring juga didukung oleh Satelit Nusantara Satu, milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta nasional di bidang telekomunikasi berbasis satelit.

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit Indonesia pertama yang menggunakan teknologi high throughput satellite (HTS). Teknologi satelit terbaru dan tercanggih yang mampu memberikan kapasitas bandwidth atau pita lebar yang lebih besar dari teknologi satelit konvensional.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)--unit organisasi dibawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)-- adalah salah satu penyewa transponder Satelit Nusantara Satu.

Bahkan, BAKTI menyewa hingga 60% kapasitas transponder satelit ini. Satelit ini mampu memberikan layanan akses internet ke 25.000 desa dari Sabang hingga Marauke yang selama ini belum tersentuh internet.

Nah, sinergi antara Satelit Multifungsi dengan Palapa Ring inilah yang kemudian melahirkan apa yang disebut "Tol Langit".

Sebelumnya, tol langit memang pernah dilontarkan Menteri Kominfo Rudiantara, pada pertengahan Januari lalu. Saat itu, Rudiantara bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan ujicoba operasional Palapa Ring Tengah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. 

"Sekarang ada tol darat, tol laut, dan ini tol langit sebagian," kata Rudiantara. 

Tol langit adalah perumpamaan untuk akses internet bebas hambatan bagi desa dan kota di seluruh Indonesia, tanpa terkecuali. "Ini dimungkinkan dengan hadirnya Palapa Ring," kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, jika seluruh Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur sudah terintegrasikan, operasional akses internetnya akan seperti jalan tol. "Jadi aplikasi-aplikasi, data-data lebih gampang lewat. Jadi, seperti tol langit," jelasnya.

Proyek Palapa Ring dibagi ke dalam tiga wilayah: Barat, Tengah dan Timur. Berdasarkan data BAKTI, hingga akhir Januari ini, Proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah sudah selesai pengerjaannya dan sudah beroperasi sejak 2018.

Berbeda dari Proyek Palapa Ring Barat dan Tengah yang sudah tuntas pengerjaannya, untuk Proyek Palapa Ring Timur progres pengerjaannya masih 90,41%. Pembangunan jaringan Palapa Ring di Indonesia Timur ini butuh waktu lebih lama karena kendala geografis, khususnya kondisi pegunungan di wilayah Papua.

Di Papua, jaringan teknologi kabel serat optik sebenarnya telah merambah 41 kabupaten di dua provinsi, yakni Papua dan Papua Barat. Namun, jaringan serat optik tersebut tidak maksimal di kawasan pegunungan.

Karena itu, teknologi serat optik diganti dengan sistem berbasis gelombang mikro yang memerlukan pemancar sinyal di suatu titik untuk menyebarkan wifi. 

"Juni nanti, Palapa Ring wilayah Indonesia Timur akan beroperasi," kata Rudiantara.

Provinsi Sulawesi Utara termasuk wilayah yang merasakan keuntungan dari adanya tol langit. Menurut Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Pemprov Sulawesi Utara, Jetty Pulu, di wilayahnya kabel serat optik Palapa Ring Tengah terpasang sejak Desember lalu. 

"Mulai dari Laut Mokupa, Kabupaten Minahasa hingga Laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe," kata Jetty.

Dengan adanya akses internet yang cepat, kata Jetty, masyarakat diuntungkan. Di sektor pendidikan, misalnya, para pelajar makin melek digital. Di sektor kesehatan, puskemas membutuhkan akses internet untuk mempercepat layanan kesehatannya.

Untuk pariwisata, promosi pariwisata dapat dilakukan lebih mudah dan murah dengan adanya akses internet. 

"Begitu pula di sektor ekonomi. Akan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkaitan dengan digital ekonomi," ujarnya.

Inilah Profil Suharso Monoarfa Pengganti Posisi Romahurmuzy


Suharso Monoarfa menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, usai Ketum PPP Romahurmuziy ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi. Suharso adalah sosok senior partai berlambang Kakbah itu.

Pria kelahiran Mataram, 31 Oktober 1954 ini merupakan Lulusan Akademi Pertambangan dan Geologi Institut Teknologi Bandung tahun 1975.

Suharso lolos menjadi anggota DPR diusung oleh PPP, periode 2004-2009 dan 2009-2014. Karier politiknya dilanjutkan dengan menjabat sebagai menteri Perumahan Rakyat pada periode presiden SBY sebelum akhirnya digantikan oleh Djan Faridz.

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPP. Suharso menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PPP. Pada 19 Januari 2015, Suharso dilantik Presiden Joko Widodo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Berikut adalah Profil Suharso Monoarfa, sebagaimana yang tercantum dalam situs resmi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi:

Lahir di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 Oktober 1954

Pendidikan umum:
- SDN Tretes II, Malang ( 1966 )
- SMPN 3, Malang ( 1969 )
- SMAN 1, Malang ( 1972 )
- Akademi Geologi & Pertambangan, Bandung ( 1973 )
- Fakultas Planologi ITB, Bandung ( 1978 )
- Tahap Persiapan Kandidat Ph.D Politik Ekonomi, Curtin University of Technology, Perth, Australia

Pendidikan khusus:
- Executive Development Program (Program Pengembangan Eksekutif), diselenggarakan oleh institusi di dalam dan luar negeri,
- Tarpadnas, Angkatan ke II, Lemhanas dan Kantor Menpora ( 1985 )

Perjalanan karier:

Pekerjaan :
- Peneliti/Project Leader Master Plan Pengembangan Bandung Raya, Penelitian dengan Lembaga Bantuan ITB ( 1976 )
- Peneliti/Project Leader Survey Tingkat Kemiskinan dan Disparitas Pendapatan beberapa Kota Besar di Pulau Jawa, BRM Bandung ( 1978 - 1980 )
- Direktur Penerbitan IQRA Bandung ( 1979 - 1981 )
- General Manager PT First Nabel Supply (Gobel Group) ( 1981 - 1982 )
- Peneliti/Project Leader Studi Kelayakan Pabrik Gula di Sulawesi Utara, Tando Consultant (1981)
- Peneliti/Project Leader Pengembangan Listrik Masuk Desa melalui Kelayakan Pembangunan Mini Hydro Plant BAPPENAS, NTB ( 1982 )
- Direktur Pengembangan Sumber Daya Anggota KOPINDO ( 1983 - 1986 )
- Peneliti/Project Leader Pengembangan Ulat Sutra di Sulsel Nusa Consultant ( 1986 )
- Peneliti/Project Leader Peningkatan Usaha KUD melalui Pendekatan Single Commodity Departemen Koperasi ( 1987 )
- Direktur Nusa Consultant ( 1988 - 1991 )
- Pemimpin Usaha Harian Majalah Mobil Motor ( 1991 - 2000 )
- Asisten Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama ( 1992 - 1994 )
- Corporate Secretary PT Bukaka Teknik Utama ( 1994 - 1996 )
- Direktur PT Bukaka Sembawang Systems ( 1995 - 1998 )
- Komisaris PT Batavindo Kridanusa ( 1996 - 2000 )
- Peneliti/Project Leader Produk Unggulan dan Kebijakan Industri Nasional, KADIN ( 1996 )
- Direktur PT Bukaka Telekomindo International ( 1997 - 2000 )
- Komisaris Utama PT Agro Utama Global ( 1999 - 2002 )

Menteri:
- Menteri Negara Perumahan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu II ( 2009 - 2011 )

Kegiatan lain:
- Wakil Ketua Bidang Seni dan Sastra Mesjid Salman ITB ( 1975 )
- Ketua Departemen Kegiatan Masyarakat DM ITB ( 1976 - 1977 )
- Menulis di beberapa jurnal ilmiah, antara lain "Proceeding ITB" ( 1981 )
- Anggota Panel bidang Ekonomi Kirtranas Wanhankamnas ( 1982 - 1998 )
- Pemateri Corporate Strategic Management & General Management, Jakarta ( 1992 - 1996 )
- Workshop on Democracy in Indonesia during 1950's and New Order, Monash University, Australia ( 1992 )
- Pendiri dan Pengurus SUMO2301 ( 1993 )
- Pengajar Tamu Suskapim Pertamina ( 1995 - 1999 )
- Seminar on ASEAN Companies towards AFTA & Globalization, Asian Institute of Management, Manila ( 1995 )
- Anggota Tim Bappenas, dalam rangka pengembangan Hukum Ekonomi, AS ( 1995 )
- Conference on Asian Corporate Recovery; Corporate Governance & Goverment, Worl Bank, Bangkok (1999 - 1999)     



Tuman Itu Apa ?


Jagat media sosial kini sedang diramaikan meme kocak tuman. Biasanya, meme tuman yang beredar di media sosial adalah gambar dua sosok laki-laki botak.

Dalam meme tuman itu, dua sosok lelaki botak terlihat saling berhadapan. Bahkan, di meme tuman tersebut, satu sosok laki-laki botak tampak menampar pipi pria yang satunya lagi.

Biasanya, terdapat kalimat-kalimat kocak berbau sindiran yang disematkan di gambar atau meme itu. Kalimat sindiran di meme tersebut, akan diakhiri dengan kata tuman.

Nah, meme tuman itu misalnya bertuliskan seperti ini, "niatnya ngenalin gebetan ke teman, eh malah ditikung".

Akhirnya, meme tuman ini terus berkembang, warganet pun semakin kreatif. Gambar di meme tuman ini tak hanya menampilkan sosok botak saja, ada juga yang diedit dengan foto orang lain.

Arti kata tuman ini, pada beberapa kasus, memang memiliki arti yang agak negatif. Karena itu, meme tuman ini biasanya digunakan untuk menyindir seseorang atas kebiasaan yang kurang menguntungkan pihak lain.

Misalnya, seorang yang merasa bahwa dirinya mengalami kelebihan berat badan dan terus menerus beralasan untuk menunda diet, namun juga mengeluh di waktu yang bersamaan.

Selain itu, ada pula meme tuman yang menyindir anak muda yang lama dalam menjalin sebuah hubungan namun tak kunjung naik ke pelaminan.

Akhirnya, semakin hari, semakin beragam pula sindiran meme tuman tersebut ditujukan untuk hal apa. Lantas, apa itu makna dari kata tuman dari segi bahasa?

Sejatinya, makna tuman ini biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari. Percakapan sehari-hari yang dimaksud adalah percakapan dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda.

Menurut Kamus Lengkap Jawa-Indonesia, tuman berarti terbiasa, selalu senang akan, ingin mengulangi lagi (karena sudah pernah merasakan enaknya).

Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna tuman adalah menjadi biasa (suka, gemar, dan sebagainya) sesudah merasai senangnya, enaknya, dan sebagainya.

  


Apakah Tersenyum Membatalkan Shalat ?

Jumhur ulama menegaskan bahwa senyum tidak membatalkan shalat. Karena senyum tidak mengeluarkan suara, sehingga tidak terhitung sebagai berbicara.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan, "Tertawa tanpa suara, yaitu tersenyum, tidak membatalkan shalat menurut mayoritas ulama. Karena orang ini tidak berbicara." (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 28/174).

Keterangan lain, bisa kita jumpai di beberapa referensi, diantaranya,

[1] Keterangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,

Tersenyum ketika shalat tidak membatalkan shalat. Sedangkan tertawa dalam shalat, maka membatalkan shalat, namun tidak membatalkan wudhunya menurut jumhur ulama, seperti Imam Malik, Imam as-Syafii, dan Imam Ahmad. (Majmu’ Fatawa, 22/614).

[2] Keterangan Ibnu Qudamah

Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Ulama sepakat bahwa tertawa membatalkan shalat. Sementara mayoritas ulama berpendapat bahwa tersenyum tidak membatalkan shalat.’ (al-Mughni, 1/741).

[3] Keterangan an-Nawawi

Masalah senyum dalam shalat. Pendapat kami (ulama Syafi’iyah) bahwa tersenyum tidak mempengaruhi keabsahan shalat. Demikian pula tertawa, selama tidak sampai keluar 2 huruf. Jika keluar kata (dua huruf) maka batal shalatnya. (al-Majmu’, 4/89).

Kita membahas sisi batal dan tidaknya. Bahwa tersenyum tidak membatalkan shalat. Hanya saja, mengurangi kesempurnaan shalat.

Selanjutnya, bagi orang yang tersenyum dalam shalat, bisa lanjutkan shalatnya dan berusaha fokus dalam shalat, sehingga tidak terpengaruh dengan semua yang mengganggu di sekitarnya.

Allahu a’lam.


Gempa Terkini BMKG Catat Gempa Mengguncang Dompu NTB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa mengguncang wilayah Dompu, NTB pada Selasa (12/3/2019) siang. Gempa terjadi pada pukul 11:50:14 WIB dengan kedalaman 29 kilometer.

Pusat gempa berada pada 92 kilometer barat daya Dompu, Nusa Tenggara Barat. Titik koordinat gempa berada di 9.36 Lintang Selatan (LS) dan 118.24 Bujur Timur (BT). Belum ada informasi mengenai wilayah yang merasakan gempa (skala MMI).

Berikut antisipasi sebelum, sesaat dan setelah gempa bumi.

A. Sebelum terjadi gempa bumi

1. Mengenali apa yang disebut gempa bumi
- Kunci utama adalah mengenali apa yang disebut gempa bumi.
- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi (longsor, liquefaction dll);
- Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

2. Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja
- Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempabumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung;
- Belajar melakukan P3K;
- Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran;
- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

3. Persiapan Rutin pada tempat Anda bekerja dan tinggal
- Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (dipaku, diikat, dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.
- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

4. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempabumi adalah akibat kejatuhan material
- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah
- Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi (misalnya lampu dll).

5. Alat yang harus ada di setiap tempat
- Kotak P3K;
- Senter/lampu baterai;
- Radio;
- Makanan suplemen dan air.

B. Saat terjadi gempa bumi

1. Jika Anda berada di dalam bangunan
- Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll;
- Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan;
- Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan

2. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka
- Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll
- Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah

3. Jika Anda sedang mengendarai mobil
- Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran;
- Lakukan point 2.

4. Jika Anda tinggal atau berada di pantai
- Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

5. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan
- Apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

C. Setelah terjadi gempa bumi

1. Jika Anda berada di dalam bangunan
- Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;
- Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K;
- Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

2. Periksa lingkungan sekitar Anda
- Periksa apabila terjadi kebakaran.
- Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
- Periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik.
- Periksa aliran dan pipa air.
- Periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)
- Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

3. Mendengarkan informasi
- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). 
- Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi
- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.