Advertisement

Hukum Memaksa Anak Gadis atau Janda Menikah

 
Pertama, perlu kita ketahui bahwa, kerido’an mempelai pengantin untuk mengikrarkan ikatan pernikahan adalah sebuah kewajiban.

Islam menolak pemaksaan orang tua kepada anak gadisnya untuk menikahi laki-laki pilihan orang tua, sementara Sang anak tidak menyukai. Jadi nikah itu dibangun atas dasar cinta dan kasih-sayang. Karena diantara tujuan pernikahan adalah untuk meraih sakinah mawaddah wa rahmah (ketentraman, ketulusan cinta dan kasih-sayang). Hal ini akan sulit tercapai bila pernikahan dibangun atas dasar pemaksaan.

Kedua, manusia tak bisa memaksakan cinta.

Cinta adalah ekspresi naluri yang tak bisa dipaksakan. Al-Quranpun memaklumi bahwa cinta tak bisa dipaksakan bagaimanapun keadaannya. Allah ta’ala berfirman,

“Kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil kepada istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Maka janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.” (QS. an-Nisaa’: 129)

“Sebagian ahli tafsir (menjelaskan makna firman Allah ta’ala), ‘Kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri(mu)…’, maksudnya adalah: engkau tak akan mampu berlaku adil dalam hal perasaan yang tersimpan dalam hati (red. rasa cinta). ” Jelas Imam Syafi’i rahimahullah dalam kitab Al-Umm (5/158)

Ketiga, Nabi pun tak memaksa.

Kejadian yang seperti ini pernah terjadi di masa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Mari kita lihat bagaimana baginda Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menyikapinya.

Disebutkan dalam riwayat dari shohabiyyah Khansa’ binti Khidzam Al-Anshariyah radhiallahu anha, “Bahwa ayahnya menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukai. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wasallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Bukhari no. 5138)

Di kesempatan yang lain, Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma menceritakan seorang gadis yang pernah menemui Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, mengadukan ayahnya yang telah menikahkan gadis tersebut tanpa keridhoan hatinya. Lantas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan pilihan kepada Sang Gadis; apakah ia ingin meneruskan ataukah membatalkan pernikahannya. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2096 dan Ibnu Majah no. 1875)

Secara tegas, Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam melarang melalui sabdanya, “Seorang janda tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta musyawarahnya. Demikian seorang gadis tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta ijinnya.” Para Shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimanakah ijinnya?” Rasulullah menjawab, “Bila ia diam.”  ( HR. Bukhori no. 5136, Muslim no. 1419, Abu Dawud no. 2092, at-Tirmidzi (no. 1107), Ibnu Majah no. 1871 dan An-Nasai VI/86 )

Dalam hadis yang lain, Nabi shallahu’alaihiwasallam juga tegas mengatakan, “Seorang janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedangkan perawan maka ayahnya harus meminta persetujuan dari dirinya. Dan persetujuannya adalah diamnya.” (HR. Muslim no. 1421, dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma)

Dari hadis-hadis di ataslah kemudian mayoritas ulama (Jumhur) seperti mazhab Hanafi, Imam Ahmad, Al-Auza’i, Ats-Tsauri, Abu Tsaur, Ibnul Mundzir, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -semoga rahmat Allah menyertai mereka-, menyimpulkan, bahwa kerelaan seorang gadis untuk menerima lelaki yang meminangnya, adalah kewajiban. Memakasanya untuk menikah adalah perbuatan haram. (Lihat : Shahih Fiqh Sunnah, 3/127)

Sampai-sampai, Imam Bukhari memberikan judul bab dalam kitab shahih beliau terhadap hadits di atas, “Bab: Seorang ayah atau wali lainnya, tidak boleh menikahkan anak gadisnya atau wanita janda, kecuali atas dasar kerelaan wanita yang hendak ia nikahkan.”

Dalam kitab Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani memberikan catatan atas judul bab yang ditulis oleh Imam Bukhari di atas, “Judul bab ini menjelaskan, bahwa disyaratkannya ridho dari mempelai wanita (dalam pernikahan), baik yang masih gadis ataupun janda; janda muda ataupun tua. Inilah yang sesuai dengan dzohir hadis.”

Jika terjadi pernikahan, apakah nikahnya sah ?

Jika sudah terjadi, status akad nikahnya tidak sah. Menjadi sah jika kemudian Sang Gadis ridho. Namun, meski tidak sah, jika sudah terjadi mempelai wanita tidak boleh menikah lagi kecuali setelah mendapatkan cerai dari suaminya, atau ikatan pernikahan telah dibatalkan oleh KUA setempat. Dan dalam kondisi ini, suami tidak boleh menyetubuhi istrinya sampai sang istri rela dinikahinya. Karena pernikahan tersebut tidak sah, akan menjadi sah jika istri telah merelakan. (Lihat : Liqo’ As-Syahri, Ibnu Utsaimin, 1/343)

Oleh karena itu hendaknya para orang tua bertakwa kepada Allah. Kemudian mencari suasana yang pas dan nyaman untuk meminta persetujuan puterinya sebelum menikahkannya dengan lelaki pilihan orang tua. Agar ia tenang dan bahagia dalam menjalani bahtera rumah tangga. Demikian keberkahan dan mawaddah war rahmah dapat tercapai dalam pernikahannya. Kita tentu tak ingin anak kita merana, dalam menjalani bahtera rumah tangga, hanya dikarenakan ego kita yang sesaat.

Wallahua’lam bis showab.


Siapakah Syaikhul Islam ?


Kata Syaikhul Islam terdiri dari 2 kata: Syaikh dan Islam. Syaikh artinya tua. Dan manusia mendapatkan gelar tua, karena usianya atau karena ilmunya. Sehingga dia menjadi rujukan bagi yang lebih muda, baik secara usia maupun lebih muda secara ilmu.

Ketika seorang ulama digelari dengan Syaikhul Islam, berarti dia adalah orang yang menjadi rujukan bagi kaum muslimin, karena ilmu dan hikmahnya.

Ada banyak sekali ulama yang bergelar Syaikhul Islam. Dan gelar itu diberikan oleh ulama lainnya, sebagai bentuk penghargaan bagi karya dan perjuangannya dalam mengkaji dan memaparkan kebenaran islam kepada masyarakat.

Di masa daulah Utsmaniyah, gelar ini diberikan kepada semua mufti resmi negara. Dan diantara ulama besar yang sangat terkenal dengan gelar ini adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Al-Hafidz Ibnu Hajar memberikan keterangan mengenai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,

''Status beliau sebagai imam, syaikh, Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, lebih terang dibandingkan matahari. Dan gelar beliau dengan Syaikhul Islam, masih sering kita dengar dari lisan-lisan suci hingga sekarang, dan akan terus bertahan esoknya. Dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang tidak paham siapa beliau atau orang yang tidak bersikap adil dalam menilai.''

Gelar Syaikhul Islam juga diberikan kepada para ulama lainnya. seperti al-Iz bin Abdus Salam – ulama Syafiiyah –, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Disamping itu, terkadang sebagian penulis membuat istilah sendiri untuk gelar Syaikhul Islam. seperti al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, ketika beliau menggunakan gelar Syaikhul Islam maka maksud beliau dalam buku itu adalah Sirajuddin al-Bulqini. Sementara Suyuthi ketika menyebut Syaikhul islam, maka maksudnya adalah al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Dan dalam madzhab Syafiiyah, penyebutan gelar syaikhul islam ditujukan kepada Syaikhul Islam, Zakariya al-Anshari.

Allahu a’lam.

  



Apakah Tersenyum Membatalkan Shalat ?

Jumhur ulama menegaskan bahwa senyum tidak membatalkan shalat. Karena senyum tidak mengeluarkan suara, sehingga tidak terhitung sebagai berbicara.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan, "Tertawa tanpa suara, yaitu tersenyum, tidak membatalkan shalat menurut mayoritas ulama. Karena orang ini tidak berbicara." (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 28/174).

Keterangan lain, bisa kita jumpai di beberapa referensi, diantaranya,

[1] Keterangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,

Tersenyum ketika shalat tidak membatalkan shalat. Sedangkan tertawa dalam shalat, maka membatalkan shalat, namun tidak membatalkan wudhunya menurut jumhur ulama, seperti Imam Malik, Imam as-Syafii, dan Imam Ahmad. (Majmu’ Fatawa, 22/614).

[2] Keterangan Ibnu Qudamah

Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Ulama sepakat bahwa tertawa membatalkan shalat. Sementara mayoritas ulama berpendapat bahwa tersenyum tidak membatalkan shalat.’ (al-Mughni, 1/741).

[3] Keterangan an-Nawawi

Masalah senyum dalam shalat. Pendapat kami (ulama Syafi’iyah) bahwa tersenyum tidak mempengaruhi keabsahan shalat. Demikian pula tertawa, selama tidak sampai keluar 2 huruf. Jika keluar kata (dua huruf) maka batal shalatnya. (al-Majmu’, 4/89).

Kita membahas sisi batal dan tidaknya. Bahwa tersenyum tidak membatalkan shalat. Hanya saja, mengurangi kesempurnaan shalat.

Selanjutnya, bagi orang yang tersenyum dalam shalat, bisa lanjutkan shalatnya dan berusaha fokus dalam shalat, sehingga tidak terpengaruh dengan semua yang mengganggu di sekitarnya.

Allahu a’lam.


Jokowi Disebut Pakai Earpiece Waktu Debat, Berapa Harganya ?


Capres nomor urut 01 Joko Widodo dituduh menggunakan earpiece atau penyuara telinga dalam debat kedua Pilpres 2019 semalam. KPU menegaskan tidak ada penggunaan alat bantu dalam debat.

"Capres 01 dan 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu, jadi clear seperti itu," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Wahyu tak mau berkomentar banyak soal isu yang menyebar soal earpiece hingga pulpen yang dituding sebagai alat bantu untuk Jokowi. Menurutnya, baik Jokowi maupun Prabowo Subianto tak ada yang memakai alat bantu dalam debat kedua.

"Baik 01 maupun 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu," tegas Wahyu.

Sebelumnya, tuduhan penggunaan earpice ini beredar di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga bicara soal ramai isu capres Jokowi memakai earpiece saat debat kedua. Menurut BPN, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin harus segera memberi penjelasan soal isu itu.

"Kami tidak ingin ini menjadi isu dan fitnah kepada Pak Jokowi bahwa beliau pakai wireless earphone untuk mendengar jawaban. BPN nggak ingin ini jadi fitnah ke Pak Jokowi. Saya sarankan TKN supaya segera mengklarifikasi ini, supaya tidak jadi fitnah dan isu liar. Masa incumbent pakai contekan," kata Andre Rosiade.

Menanggapi hal tersebut, TKN Jokowi-Ma'ruf membantahnya dan bahkan mempersilakan siapa pun yang menudingkan hal itu untuk mengecek CCTV atau kamera pemantau pada ruangan transit debat di The Sultan Hotel Jakarta yang menjadi lokasi debat pada Minggu malam itu. Selain itu menurutnya, banyak saksi yang diklaim mengetahui apa saja yang dilakukan Jokowi sesaat sebelum naik ke panggung debat.

"Boleh dicek saya kira ada CCTV di ruangan itu dan mungkin bisa dicek dari beliau masuk, ngobrol, sama beberapa orang di dalam situ, berdoa sebelum ke stage, sempat ke toilet, lalu balik lagi. Setelah itu menuju ke stage panggung depan," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

Mengutip laman resmi e-commerce AliExpress harga satu pasang earpiece wireless bermerk Angslim US$ 23,99 atau setara dengan Rp 335.860. Earpiece ini beraneka warna mulai dari hitam, biru muda, pink sampai putih.

Dari keterangan produk disebutkan ear peace ini memiliki microphone untuk berkomunikasi. Headset ini bisa digunakan hingga 5 jam dengan waktu standby 80 jam. Kemampuan transmisi earpiece dengan perangkat mobile hanya 10 meter.

Selain itu juga ada earpiece merk Getihu yang dibanderol lebih murah yakni US$ 6,78 atau setara dengan Rp 94.920. Warna yang tersedia, biru muda, hitam, pink, putih dan krem.

Sedangkan untuk di e-commerce dalam negeri Jakartanotebook.com earpiece atau wireless earphone dijual dengan harga Rp 47.900 sudah didiskon 50% atau lebih hemat Rp 47.100.

Earpiece ini bisa digunakan untuk menjawab telepon secara langsung melalui koneksi wireless via bluetooth ke smartphone. Sangat cocok jika digunakan ketika berkendara atau sedang jogging.

Waktu bicara earphone ini hingga 5 jam dan waktu standby 110 jam. Bentuk ear peace ini cukup besar jika dibandingkan dengan earpiece yang dijual di AliExpress.



Apa Itu Unicorn Startup yang Dikhawatirkan Prabowo ?


Unicorn adalah sebutan bagi start up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dollar AS atau setara Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Saat ini Indonesia adalah sebagai negara tempat tumbuh subur bagi perusahaan teknologi rintisan. Perkembangan unicorn di Indonesia tak lepas dari besarnya ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2025 yakni mencapai angka 100 miliar dollar AS.

Proyeksi tersebut disampaikan Google dalam laporannya bersama Temasek di Jakarta. Di Asia Tenggara, ada 7 perusahaan unicorn, 4 di antaranya berada di Indonesia. Perusahaan tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Pemerintah Indonesia menargetkan tahun 2019 ini ada start up yang bisa menjadi unicorn kelima. Jumlah unicorn Indonesia tersebut termasuk banyak dibanding negara-negara di Asia Tenggara. Pertanyaannya mengapa banyak unicorn itu muncul di Indonesia?

Ekonom Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko bercerita, beberapa waktu lalu, dirinya bertemu dengan Dubes Singapura. Dalam pertemuan itu ada diskusi, mengapa unicorn-unicorn muncul dari Indonesia.

"Salah satu yang muncul itu, satu itu karena di sini (Indonesia) tidak ada aturannya. Karena tidak ada aturannya orang jadi berkreasi semaksimal mungkin," ucap dia dalam FGD BTPN di Bali, pekan lalu.
Selain itu sebut Prasetyantoko, munculnya unicorn tersebut karena adanya kesempatan yang besar di Indonesia.

"Yang kedua opportunity itu ada di sini, tidak di sana," ujarnya.

Mengenai saat menjadi unicorn, perusahaan-perusahaan itu ternyata diambi alih oleh investor asing, Prasetyantoko menilai hal tersebut bukan merupakan suatu masalah, tetapi merupakan paradoks yang alamiah.

"Karena opportunity di sini, sehingga ruang untuk berkembang itu ada di sini. Tetapi begitu dia muncul jadi unicorn, asing yang ambil, take over. Bagi saya ini alamiah untuk pasar indonesia. Karena di sini ada oppurtunity, begitu dia mau naik harus ada injeksi asing," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur BTPN Anika Faisal menyebut, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dan mempunyai potensi yang sangat bagus.

"Sehingga apapun bisa berkembang, istilahnya tanahnya subur banget ditanami apapun tumbuh, potensi apapun tumbuh," ucapnya.

Mengenai modal asing yang masuk ke unicorn, Anika menyebutkan, hal itu karena kapasitas membangun modal di Indonesia memang masih belum bisa diharapkan.

"Sehingga bila mengharapkan pengumpulan modal dari dalam negeri itu yang sulit, itu lah mengapa datang dari asing," katanya.

Mengenai modal asing tersebut, Anika mengatakan bahwa hal itu tidak perlu dikhawatirkan, selama Indonesia mendapatkan manfaat dari modal tersebut.

"Karena kan orang bawa uang ke Indonesia untuk kebaikan Indonesia kenapa tidak? Yang penting apakah memberikan kemanfaatan enggak? Nah kalau memberikan manfaat, seperti bayar pajak, memberikan pekerjaan bagi orang Indonesia, uangnya itu di Indonesia, di-invest dan reinvest kenapa enggak?" papar dia.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) mengingatkan bahaya unicorn atau bisnis rintisan (startup) yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar. Mereka menilai bisnis yang mengandalkan sistem daring itu berpotensi menggantikan peranan manusia.

“Unicorn ini kita harus hati-hati. Jangan sampai kita terjebak dehumanisasi. Akhirnya manusia-manusia yang perlu kerja ini banyak digantikan oleh mesin oleh robot. Harus tahu keseimbangan,” kata Ketua BPN Djoko Santoso.

Djoko menyatakan, unicorn yang berkembang di Indonesia bentuk dari sistem kapitalis.

“Itu sistem kapitalis, (pihak) yang kaya itu ujungnya itu saja,” demikian Djoko yang juga mantan Panglima TNI. Ketika debat, Prabowo mengapresiasi pesatnya kemajuan teknologi dan internet.

“Intinya kan semuanya untuk kepentingan rakyat. Entah unicorn, online, internet, selama itu memberikan kepentingan kepada masyarakat ya itu diperjuangkan. Kalau tidak ya bisa dipertimbangkan lagi,” ujar Prabowo.

Meski begitu, Prabowo mengkhawatirkan bisnis daring justru mempercepat arus uang mengalir dari Indonesia ke luar negeri.

“Jadi kalau ada unicorn-unicorn, teknologi hebat, saya khawatir mempercepat uang kita lari ke luar negeri,” ucap Prabowo.

Sekedar informasi saja, 4 unicorn Indonesia saat ini adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. 

Go-jek baru-baru ini menerima kucuran dana dari Google sebesar 1,2 miliar dollar AS. Hal ini menjadikan valuasi Go-Jek saat ini ditaksir mencapai 4 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 53 triliun.

PT Tokopedia terakhir mendapat suntikan sebesar 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,7 triliun dari Alibaba Group pada Agustus 2017 silam. Sebelumnya Tokopedia juga menerima pendanaan pada 2014 lalu dari Softbank Japan dan Sequoia Capital senilai 100 juta dollar AS atau Rp 1,3 triliun.

Sementara Traveloka, mendapatkan pendanaan dari perusahaan travel asal Amerika Serikat (AS) Expedia pada Juni 2017 senilai 350 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun. Dengan total pendanaan tersebut, Traveloka kini telah mencapai nilai valuasi lebih dari 2 miliar dollar AS atau setara Rp 26,6 triliun.

Adapun CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut Bukalapak telah memiliki valuasi lebih dari Rp 13,5 triliun.


Debat Capres Kedua Tanpa Audiens di Belakang Capres


Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah format tempat duduk untuk para audiens yang akan hadir pada debat ke-2 Pilpres 2019 esok. Pasalnya KPU mendapat keluhan dari berbagai pihak karena pada debat pertama 17 Januari 2019 lalu, para audiens di belakang Pasangan Calon (Paslon) dinilai mengganggu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan yang mengatakan terutama pemirsa televisi dan warganet yang menonton melalui streaming.

"Jadi dalam tata panggung itu kemarin ada masukan dari berbagai komponen masyarakat, audien di belakang kandidat itu mengganggu pemirsa TV dan warga net dalam menonton," ujar Wahyu.

Sehingga Wahyu menjelaskan pada debat ke-2 besok seluruh audien berada di depan kedua Capres Jokowi dan Prabowo.

"Debat kedua format panggung kita perbaiki, dibelakang kandidat tidak ada audien sehingga tidak ada riuh rendah yang ada dibelakang kandidat," ungkap Wahyu.

"Karena debat ini tidak hanya untuk undangan yang hadir, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Jadi kalau ada yang merasa terganggu dengan format itu, ya harus kami perbaiki," tambah Wahyu.

Diketahui debat ke-2 yang hanya mempertemukan Capres 01 Joko Widodo dan Capres 02 Prabowo Subianto itu rencananya akan dimulai pukul 20.00 WIB besok, Minggu (17/2/2019) di Ballroom Hotel Sultan Tanah Abang Jakarta Pusat.

Pekerja menyiapkan panggung untuk debat kedua Calon Presiden Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/2/2019). Debat kedua akan berlangsung pada Minggu 17 Februari 2019 pukul 20.00 WIB dengan tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menggelar geladi kotor debat kedua Pilpres 2019 pada Sabtu (16/2/2019). Geladi dilakukan bersama pihak media penyelenggara debat dan moderator.

Panggung debat telah tertata rapi. Panggung berbentuk setengah lingkaran, dengan layar besar di bagian tengah dan dua layar kecil di bagian kanan dan kiri panggung.

Terdapat pula dua layar yang ukurannya lebih kecil yang ditempatkan di samping kanan dan kiri panggung. Dua layar itu menunjukkan penghitung waktu. Di atas panggung, ada empat pilar yang mengapit ketiga layar.

Adapun peserta debat akan ditempatkan di sisi kanan dan kiri panggung, disiapkan masing-masing sebuah kursi dan meja kecil untuk para capres. Di atas panggung, juga terdapat meja panjang dan dua kursi yang disiapkan untuk dua moderator.

Sementara itu, kursi-kursi penonton tengah ditata petugas dan dilapisi dengan kain berwarna hitam Di luar ruangan debat, terbentang karpet panjang berwarna merah yang menghubungkan pintu masuk ballroom hotel hingga ke ruangan debat. Terdapat wall of fame yang diletakkan di luar ruangan debat dan di luar ballroom.

Pada debat besok, Ketua KPU Arief Budiman telah memilih dua moderator yakni Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki. Arief mengatakan dipilihnya finalisasi penentuan nama moderator telah disetujui dalam rapat bersama kedua tim pemenangan capres-cawapres 01 dan 02 pada akhir Januari Lalu.

Sementara diketahui pertanyaan debat untuk kedua pasangin ini disusun oleh tim panelis yang beranggotakan sejumlah rektor dari perguruan tinggi.

Diantaranya ada Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Joni Hermana, Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria, Ahli Pertambangan Institut Teknologi Bandung Irwandy Arif, Pakar Energi Universitas Gadjah Mada Agus Setiawan dan Pakar Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro Sudharto Prawata Hadi. Adapula Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati serta Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika. Debat akan disiarkan oleh empat stasiun televisi yakni RCTI, GTV, MNC TV dan INews TV.

Pakar psikologi politik dan juga politikus PKS Irfan Aulia Syaiful menilai bahwa Joko Widodo (Jokowi) tampil agresif dalam debat Capres-Cawapres perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Bidakara, Jakarta, (17/1/2019).

Salah satunya yakni saat menanyakan kepada Prabowo mengenai adanya caleg mantan koruptor di Partai Gerindra. Menurutnya pertanyaan tersebut mencerminkan Jokowi sedang tertekan.

"Pak Jokowi terlalu cepat menembak, gak sabar. Dan orang yang cepat nembak biasanya karena tertekan. Saya lebih suka yang empiris saja, kalau dari teman-teman survei, memang dia (Jokowi) mungkin dikalahkan dan itu menurut saya cukup mengganggu," katanya dalam acara Pojok Jubir 'Debat Pilpres Perdana, Antara Gaya atau Subtansi' di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Ia menduga bahwa sikap agresif tersebut karena faktor perbedaan elektabilitas kedua pasangan calon yang kian menipis. Apalagi berdasarkan sejumlah survei masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan di Pilpres 2019.

"Pilpres ini masih ada sekitar 3 bulan lagi dan masih banyak orang yang belum menentukan pilihan, di atas 10 persen. Di pilpres Amerika saja angka 1 persen itu angka yang sangat menentukan siapa yang jadi presiden, apa lagi di Indonesia yang lebih cair," tuturnya.

Hal tersebut berbeda dengan Prabowo. Mantan Danjen Kopassus tersebut, kata Irfan, justru tampil mengejutkan di luar prediksi. Prabowo tampil tenang padahal merupakan oposisi.

"Memang Prabowo itu otentik ya, gak bisa diatur tapi itulah dia. Saya agak kaget juga kok dia tampilkan sesuatu yang unik, baru dan tidak ditampilkan sebelumnya, yaitu lebih tenang dan lebih sopan, bahkan terlalu sopan untuk oposisi," katanya.

Irfan mengatakan bahwa para pemilih pemula yang belum menentukan pilihannya akan tergantung bagaimana ke dua pasangan calon berkampanye di menit menit akhir.

Ia mengatakan bila perbedaan elektabilitas ke dua pasangan calon tersebut masih tipis, maka para pemilih pemula itulah yang akan menentukan siapa pemenang Pilpres 2019.

"Jadi orang-orang ini akan memilih di menit terakhir. Menit terakhir ini yang menang adalah yang berlari maraton, bukan yang sprint, karena mereka akan memilih di tujuh hari terakhir. Di situ Pak Jokowi nembaknya kecepatan. Di sinilah stamina penting, endurance penting," pungkasnya.